Vampire Power Eliminator (VPE), Inovasi Anak Negeri Dalam Menghemat Listrik



energy-saving-lamps-picture-material_38-5418

Seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk dan ekonomi maka pertumbuhan konsumsi ilstrik juga semakin pesat.

Laman resmi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan Pulau Jawa akan mengalami krisis listrik pada 2018 akibat pertumbuhan beban listrik yang terus meningkat.

Hal tersebut diperburuk dengan pola konsumsi listrik boros dan tidak efektif, salah satunya seperti membiarkan charger handphone terpasang tanpa digunakan.

Permasalahan itu menginspirasi tiga mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) untuk menciptakan alat pengingat hemat listrik bernama Vampire Power Eliminator  (VPE).

VPE menjadi jawaban untuk mengeliminasi daya serap peralatan elektronik yang masih standby. Untuk memudahkan pengguna smartphone, Teknologi VPE melengkapi kecanggihan VPE dengan koneksi Wi-Fi.

Wi-Fi pada VPE akan terkoneksi dengan smartphone pengguna agar tetap dapat memantau sekaligus mematikan peralatan listrik yang masih menyala dalam jarak yang jauh.

Dampaknya, perangkat tersebut dapat menghemat listrik 12 persen per satu kali sambungan. Jika dikalkulasikan secara meyeluruh sama dengan menghemat setengah pasokan listrik dari Pulau Jawa.

Inovasi mereka yang mampu mengimplementasikan prinsip murah dan mudah pada perangkat revolusiner bahkan mendapat pengakuan dan apresiasi yang besar.

Karya VPE mampu mengantarkan mereka kerap meraih beragam penghargaan serta juara kompetisi dalam lingkup kampusnya. Selain itu, mereka juga mendapat posisi Runner Up pada kompetisi Blue Technology di Universitas Telkom Bandung.

Di balik semua pencapian tersebut, para kreator VPE tetap berpengah teguh pada misi utamanya, yaitu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menghemat listrik.


April 28, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin