Tradisi Leluhur Mandi Lumpur Mebuug Buugan Pasca Ibadah Nyepi



Mandi Lumpur Mebuug Buugan

image via: prameslancholy.blogspot.com

Menghidupkan tradisi mandi lumpur atau Mebuug Buugan kini menjadi misi para warga Hindu di Bali. Pasalnya, kisaran tahun 1960-an menjadi momen terakhir perhelatan tradisi ini.

Letusan Gunung AgungĀ  pada tahun 1963, hingga peristiwa G30S menjadi beberapa faktor yang membuat nyaris hilangnya tradisi ini.

Sempat kembali diadakan pada akhir tahun 1960-an hingga awal 1970-an oleh Komang Rapeng, namun sayangnya tidak bertahan lama dan kemudian hilang kembali tanpa sebab.

Bahasa Mebuug Buugan sendiri berasal dari kata buug yang berarti tanah atau lumpur. Sedangkan bhu berarti ada atau wujud, yang berubah menjadi bhur yang artinya Bumi.

Kekotoran dalam bentuk tanah dan lupur dalam balutan bhuta kala (energi negatif yang juga sering disimbolkan sebagai raksasa dalam kepercayaan Hindu di Bali) menjadi gambarannya.

Oleh karena itu pasca kegiatan itu diperlukan pembersihan dan permohonan kepada Hyang Baruna sebagai Dewa Penyempurna.

Mebuug Buugan dulunya sangat ramai diikuti oleh pemuda yang antusias terhadap tradisi mandi lumpur dan saling lempar lumpur. Tradisi ini biasanya rutin diadakan satu hari pasca perayaan nyepi sebagai pelengkap ritual ibadah.

Substansi dari kegiatan ini adalah dalam menyambut terangnya dan bangkitnya kembali ibu pertiwi setelah menjalani Brata Penyepian (kesunyian) pada ibadah Nyepi.

Kini, upaya menghidupkan kembali tradisi mandi lumpur Mebuug Buugan menjadi momentum pengingat semangat pemuda masa lampau sekaligus mempertahankan kearifan lokal khas warga Bali dalam menyambut Nyepi.

Untuk busana yang dikenakan cukup dengan telanjang dada dan kain penutup aurat serta tambahan ornamen akar pohon atau kain tambahan yang menghiasi kepala.

Prosesi diawali dengan melakukan persembahyangan bersama di pura, kemudian dilanjutkan acara utama Mebuug Buungan berupa mandi lumpur dan saling melempar lumpur. Setelah itu, para peserta Mebbug Buungan melanjutkan kegiatan upacara pembersihan ke pantai.

Mebuug Buugan juga diramaikan dengan aksi tarian individual, tujuannya juga untuk menetralkan sifat-sifat buruk usai merayakan hari raya Nyepi.


March 10, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin