The Popo, Seni Mural dan Kritik Sosial Lewat Komunikasi Visual



The Popo

image via: canisaymagz.blogspot.com

Seni mural merupakan sreet art populer terutama dikota-kota besar termasuk Jakarta. Karya yang seringkali menuai kontroversi ini ternyata bukan hanya menjadi ruang inspirasi bagi seniman di ranah publik, tetapi juga menjadi kritik sosial.

Karakter The Popo karya Riyan Riyadi merupakan karakter mural yang tidak segan-segan memberikan nuansa berbeda. Riyan menciptakan karakter unik nan nyeleneh lengkap dengan celetukan khas yang santai.

Seni komunikasi visualnya di ruang publik ibukota lewat The Popo mayoritas mengungkapkan unsur jenaka, keluh kesah, hingga nada satir disertai kritik sosial tentang negeri ini. Seringkali karyanya mengundang seyum dan tawa para warga yang melihat.

Pembeda lainnya dari peraih penghargaan The Best Mural Artist pada Tembok Bober Award 2010 ini dengan seni visual lainnya adalah karya-karyanya selalu memiliki konsep dan tujuan.

Seringkali karya pria yang berprofesi sebagai dosen komunikasi visual di almamaternya, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Jakarta, mengaitkan karyanya dengan lingkungan yang menjadi medianya.

Profesinya sebagai street art sendiri diawali dari pengalaman estetikanya saat melukis mural di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan, sekian tahun silam.

Hingga kini karya-karyanya yang sudah meluas dirasa mewakili aspirasi masyarakat yang juga peduli dengan negeri ini, terlebih disampaikan lewat visualisasi mural yang menarik. Julukan yang tepat untuk berbagai mural milik Riyan adalah seperti buku diary ibu kota yang terlihat nyentrik.

Berikut ini beberapa karyanya  yang ada di dinding-dinding ruang publik maupun beberapa acara resmi lainnya.

 

The Popo

image via: powershotphoto.blogspot.com

 

The Popo

image via: manestodeagusto.blogspot.com

 

The Popo

image via: rosefatmadewi.wordpress.com

Komunikasi visual lewat The Popo bukan hanya ada pada dinding-dinding ibukota. Apresiasi masyrakat membawa karya Riyan ini hingga ke berbagai medium hingga pameran street art.

The Popo

image via: twitter.com/thepopoh

 

The Popo

image via: bintangdilangitkita.blogspot.com

 


March 12, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin