Seniman ini Gunakan Ampas Kopi Untuk Mengkritisi Kerusakan Lingkungan



zerowastecoffee

Menginspirasi seseorang dan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dapat ditunjukkan dalam berbagai cara.

Ampas kopi menjadi cara Ghidaq al-Nizar dalam memvisualisasikan empatinya terhadap lingkungan yang kini semakin memprihatinkan.

Hashtag zerowastecoffee jadi jargon dari setiap karya Ghidaq di akun instagram pribadinya yang berarti menggunakan ampas kopi yang tersisa dari kopi yang diminumnya.

Ghidaq menorehkan ampas kopi ke berbagai media, mulai dari gelas, piring, hingga daun kering. Perpaduan antara seni ampas kopi dan medianya inilah yang membuat karyanya terlihat memiliki nilai seni yang tinggi dan eksklusif.

Beberapa karyanya diantaranya terinspirasi dari Global Tiger Dat pada 29 Juli 2015 silam, yaitu “Paws with No Claws (Lengan Tanpa Cakar).

Karyanya tersebut menginterpretasikan cakar harimau yang kini tidak ada lagi dan secara implisit dimiliki oleh manusia yang justru memburu, memperdagangkan serta merusak habitat harimau.

Jumlah harimau Sumatra yang diperkirakan tinggal 400 ekor saja disebabkan habitatnya kini semakin menyempit serta perburuan yang terus mengancam kelestariannya.

Zerowastecoffee

Kepedulian dari pria asal Bandung ini terhadap lingkungan ditunjukan lewat karya lainnya yang berjudul “No Place to Go” (Tidak Ada Tempat untuk Dituju).

Hutan yang menjadi habitat bagi banyak ekosistem flora dan fauna termasuk harimau memiliki fungsi krusial. Ghidaq menambahkan, hutan juga memberikan kehidupan bagi manusia berkaitan dengan pasokan air dan menjaga struktur tanah tetap kokoh dan terlindung dari erosi.

Zerowastecoffee

Karya berikutnya masih menyoroti kehidupan hewan karnivora bertubuh loreng tersebut, dengan judul Tigris the Last Tiger.

Kali ini Ghidaq mengombinasikan sidik jarinya dengan goresan ampas kopinya yang membentuk lukisan harimau.

Ada pesan unik yang ingin disampaikan oleh Ghidaq lewat lukisannya, yaitu keselarasan sidik jari manusia yang identik dengan seseorang, begitu juga dengan loreng pada harimau.

Keselarasan tersebut yang coba dibagikan oleh Ghidaq kepada dunia agar terus menjaga hutan demi keselamatan harimau.

Zerowastecoffee

Bagi Ghidaq, beberapa kampanye yang berwujud karya seni ampas kopi tersebut menjadi bukti nyata kepeduliannya terhadap keberlangsungan lingkungan, sekalipun kecil.

Lewat seni, pria yang berlatar pendidikan Sastra Inggris di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini berharap mampu menginspirasi generasi muda lainnya untuk menjaga hutan yang menjadi habitat harimau.

Dibalik semua itu, ternyata Ghidaq juga memiliki filosofi tentang kopi yang menjadi inspirasinya dalam berkarya. Menurutnya, setiap orang merayakan diri mereka dengan cara yang tidak sama, dan dia merayakan dirinya dengan dan melalui kopi.

Image Sources: https://www.instagram.com/coffeetopia/


April 23, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin