Pinisi, Perahu Layar Kebanggaan Negeri



Perahu Pinisi - ukmmarket

Image via: shutterstock

Orang Sulawesi sejak dulu telah dikenal sebagai pelaut ulung. Sejarah bahari nusantara punya catatan hebat tentang semangat tiada gentar para pelaut Bugis Makassar meladeni rangkaian serangan Belanda (VOC) dan ketangguhan mereka saat mengarungi samudera bersama perahu andalannya, yaitu Pinisi.

Namun, para pelaut ulung itu tak akan bisa mahir dan setangguh itu tanpa didukung oleh perahu yang kuat dan cekatan menerjang ombak. Inilah kisah mengagumkan di balik gagahnya pelaut Sulawesi, sebuah kisah tentang perahu layar khas yang telah ada sejak abad 14, Pinisi.

Bumi Penghasil Pinisi

Kabupaten Bulukumba (Bukit dan Laut) sudah terkenal dengan sebutan “Butta Panrita Lopi” yang artinya “Bumi atau Tanah Tempat Lahirnya Ahli Pembuat Pinisi “. Letaknya berada di ujung paling selatan Semenanjung Sulawesi Selatan, atau sekitar 153 km dari selatan kota Makassar, kira-kira 5-6 jam perjalanan darat dari kota Makassar.

Tanjung-Bira-Bulukumba-gocelebes.com

Tanjung Bira Bulukumba – Image via: Gocelebes.com

Jiwa melaut dan membuat perahu  orang  Bulukumba tak pernah berubah sejak jaman leluhur. Pinisi yang memiliki arti “laju dan cepat”  dibuat oleh tangan-tangan handal bermodalkan ilmu kearifan lokal yang diwariskan.

Kalau Anda ingin berjumpa dengan para pelaut handal, datanglah ke wilayah Tana Beru. Kalau kampungnya para juragan perahu, adanya di Bira. Dan, jika ingin mengetahui siapa  saja yang membuat Pinisi, orang-orang di Desa Ara-lah pelakunya. Ara, Bira dan Tana Beru merupakan perkampungan atau desa yang termasuk dalam kawasan Bonto Bahari di pesisir selatan Bulukumba.

Penentuan Hari Baik

Proses Pembuatan Pinisi tak dilakukan sembarangan, harus ada perpaduan unsur teknis dan magis. Para pengrajin harus menghitung hari baik secara akurat sebelum memulai pencarian kayu sebagai bahan baku. Setelah ditentukan, maka kepala tukang akan memimpin pencarian kayu pilihan, biasanya dari Kayu Besi/Kayu Ulin dan Kayu Bingkirai yang berasal dari hutan di Bulukumba, Bone, Sinjai dan Buton Kendari.

 img_3172 img_3174

Image via: vianiiioktaa.wordpress.com

Setelah didapat, kayu-kayu tersebut akan dimantrai lebih dulu sebelum pemotongan dilakukan. Uniknya, proses pemotongan pada setiap kayu harus digergaji secara manual tanpa henti. Karena itulah, proses pemotongan harus dikerjakan oleh orang-orang yang bertenaga kuat dan prima.

Warisan Ilmu Nenek Moyang

Para pembuat Pinisi tidak membutuhkan gambar pola atau sketsa, rumus arsitek atau perhitungan kayu dan lain sebagainya. Mereka cukup memperhitungkan keseimbangannya, yaitu dengan melihat garis melintang yang membelah laut dan langit.

perahu pinisi makasar - ukmmarket

Image via: shutterstock

Mereka selalu  ‘setia’ menjalani teknik pembuatan yang diwarisi oleh  para nenek moyangnya, itulah ilmu rahasia mereka. Pengerjaan Pinisi  lebih sering dilakukan di sepanjang Bira, karena pantainya yang berpasir lebih memudahkan proses pengerjaannya.

Menurut mereka, bagian yang harus dibuat lebih dulu adalah kerangka luar atau badan perahu. Karena, saat dihantam batu karang dan ombak besar nanti, bagian luarlah yang pertama kali menghadapinya. Kalau badan perahunya kokoh, tentu bagian dalamnya akan terlindungi.


April 5, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin