Misi Menyelamatkan Bumi Lewat 7,8 Milyar Pohon



hari bumi

image via: greenbiz.com

Tahun 2015, CIA World Factbook mendata bahwa bumi ini dihuni oleh lebih dari 7 miliar manusia. Karena itu, bumi menjadi satu-satunya planet dengan pusat kehidupan yang paling sibuk.

Dengan kenyataan seperti itu, sudah sewajarnya bumi yang kita singgahi  bersama aneka makhluk hidup lain harus dijaga kelestariannya.

Terlebih lagi, bentuk kewaspadaan terhadap masa depan kelestarian bumi juga sudah digalakkan lewat perayaan internasional sejak tahun 1970. Itulah tahun pertama perayaan hari bumi dicetuskan.

Lewat hari bumi, seluruh masyarakat dunia diharapkan tak pernah berhenti peduli kepada ‘kesehatan’ lingkungan demi kelangsungan kehidupan manusia di setiap generasi.

Organisasi yang dibentuk sebagai wadah bagi peringatan hari bumi, yaitu Earthday.org memilih tema “Trees for the Earth”. Kampanye tema tersebut menargetkan penanaman sebanyak 7,8 milyar pohon untuk Bumi hingga tahun 2020 mendatang.

Tema tersebut dipilih karena pohon memiliki peran yang sangat besar bagi keberlangsungan bumi. Sayangnya, semakin bertambah usia bumi pepohonan di dunia pun semakin terkikis akibat berbagai kepentingan manusia sendiri.

Padahal, jutaan bahkan miliaran hasil riset telah membuktikan bahwa pohon itu layaknya ‘benteng’ alam yang tangguh dalam melindungi peristiwa alam yang dahsyat seperti angin topan, banjir, longsor dan badai salju. Pohon juga menyuguhkan makanan, energi, pendapatan, oksigen dan handal mencegah perubahan iklim yang ekstrim. Semua manfaat pohon mutlak dibutuhkan oleh semua makhluk hidup.

Hari bumi bukanlah sekedar perayaan, dengan langkah dan tindakan nyata yang sekalipun sederhana, setiap orang dapat menyelamatkan bumi lewat beragam aksi.

Realisasi aksi kepedulian terhadap keberlangsungan pohon bisa berbeda di berbagai negara. Di Indonesia, tepatnya di beberapa provinsi besar, pemerintah sudah menggalakan program gerakan menanam satu hingga dua pohon per-kepala keluarga.

Begitu juga dengan sekelompok elemen masyarakat dan aktivis pegiat lingkungan yang terus melancarkan gerakan menanam pohon di berbagai titik yang rawan kerusakan akibat lahan pepohonan yang semakin gundul.

Beragam kepedulian tersebut diharapkan menular ke berbagai lapisan masyarakat, demi kelangsungan masa depan makluk hidup termasuk manusia hingga ke generasi berikutnya.


April 22, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin