Minimnya Minat Baca Jadi Kendala Bagi Kebangkitan Bangsa



angka minat baca orang indonesia

image via: unsplash.com

Julukan buku sebagai jendela dunia memang tepat. Dari buku, kita bisa tergugah, terinspirasi dan bertemu dengan berbagai informasi dan menikmati sensasi imajinasi yang menakjubkan.

Sayangnya, hanya ada sedikit orang yang berminat mengakses ‘jendela’ itu, terutama di Indonesia.

Dengan penduduk berjumlah 250 juta, kenyataannya angka minat baca rakyat Indonesia benar-benar tak setimpal dengan jumlah tersebut.

Di tahun 2014, Integrated BPSDMKP Library Management System  merilis hasil riset minat baca yang dikumpulkan dari beragam organisasi dan badan survei dari tahun 2006 sampai 2012 pada jurnal onlinenya. Hasilnya cukup mencengangkan.

Di mulai dari tahun 2006, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hanya 23,5% minat orang Indonesia membaca koran, sisanya 85,9% lebih memilih menonton TV, dan 40,3% mendengarkan radio.

Lanjut ke tahun 2009, pada hasil survei dari Organisasi Pengembangan Kerja Sama Ekonomi (OECD), minat baca Indonesia menduduki tempat terendah dari 52 negara di kawasan Asia Timur.

Rilisan memprihatinkan lainnya kemudian muncul di tahun 2011, saat UNESCO mengumumkan bahwa indeks minat baca di Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya, dari seribu orang hanya ada satu orang saja yang benar-benar berminat membaca buku.

lalu, tahun 2012 Indonesia berada pada posisi 124 dari 187 negara dunia dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penilaian tersebut mencakup kategori terpenuhinya kebutuhan dasar penduduk, mulai dari kebutuhan pendidikan, kesehatan, hingga ‘melek huruf’.

Pada rilisan dan sumber riset lain di tahun yang sama, BPS juga mendapati bahwa hanya 17,58% penduduk Indonesia yang gemar membaca buku, surat kabar atau majalah.

Sangat berbanding jauh dengan akses televisi yang mencapai angka 91,58 persen. Dikatakan, umumnya kegemaran penduduk Indonesia menonton tv dimulai sejak usia 10 tahun.

Perpustakaan Nasional sebagai wadah pusat referensi buku se-Indonesia juga tidak ketinggalan dalam melakukan kajian.

Setelah meneliti 12 provinsi dan 28 kabupaten/kota yang mencakup 75 persen wilayah Indonesia, hasilnya menyatakan bahwa angka minat baca di Indonesia masih rendah, yaitu 25,1 persen.

Umumnya, rendahnya minat baca disebabkan oleh minimnya kesadaran sebagian besar keluarga di Indonesia dalam ‘melihat’ pentingnya memiliki kebiasaan membaca sejak dini. Di satu sisi, pendidikan di Indonesia pun belum merata, sehingga media dan akses baca pun terbatas.

Baca Juga: Mengapa Orang Finlandia Gemar Banget Membaca 

Saat ini Indonesia mesti bersabar karena masih menduduki peringkat ke-60 dalam jajaran negara literasi di dunia. Walau begitu, negeri ini tak tinggal diam. Karena, kini gerakan untuk menggairahkan minat baca masyarakat makin banyak dilakukan oleh berbagai kalangan, baik lembaga nasioanal, swasta hingga komunitas lokal.

 


May 17, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin