Menumbuhkan Minat Baca Lewat Perpustakaan Jamu Keliling



perpustakaan jamu keliling

image via: stockphotosforfree.com

Minat baca Indonesia saat ini sungguh memprihatinkan. Pasalnya, tahun 2015 lalu Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB atau UNECO merilis hasil survei bahwa dari 1000 penduduk Indonesia, hanya satu orang yang berminat membaca buku.

Kebiasaan tersebut bertolak belakang dengan negara Amerika Serikat yang memiliki kebiasaan melahap 10 hingga 30 judul buku per-orangnya.

Kemudian menyusul negara-negara di Asia yang membaca satu hingga tiga buku, dengan Jepang sebagai negara tertinggi antara 10 hingga 15 buku.

Namun, hasil survei tersebut tidak serta merta melunturkan semangat untuk terus menggairahkan kembali minat baca penduduk Indonesia. Salah satu langkah awal yang patut sangat diapresiasi adalah dari seseorang bernama M. Fauzi.

perpustakaan jamu keliling

image via: humas-protokol.sidoarjokab.go.id

Pria kelahiran 34 tahun silam asal Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo ini berhasil menciptakan perpustakaan keliling.

Uniknya, Fauzi menggabungkan konsep berjualan jamunya dengan puluhan buku siap baca. Ragam bacaan yang tersedia mulai dari novel, cerpen, buku memasak hingga kamus khusus bagi pelajar.

Bahkan Fauzi tidak segan-segan menyantumkan slogan “ Sak iki jamane moco” (artinya sekarang waktunya membaca) di depan rak jamunya.

Slogan tersebut diharapkan mampu memotivasi warga Sidoarjo khususnya pembeli jamu tradisionalnya. Dengan begitu manfaat sekaligus seperti badan, pikiran, hingga wawasan pun jadi lebih ‘sehat’.

Minat baca warga Sidoarjo yang sedikit, terlebih pada profesi karyawan pabrik yang bekerja sejak pagi hingga sore tidak punya cukup waktu untuk membaca, apalagi ke perpustakaan.

Hal tersebut kemudian meluruskan niat Fauzi untuk membuat perpustakaan keliling. Selain itu, Fauzi juga memudahkan pembaca dengan menggratiskan biaya peminjaman buku bacaannya.

Pembaca dapat membawa pulang buku dengan batas waktu peminjaman selama tiga hari. Selain itu, Fauzi juga bersedia menyiapkan buku pesanan pembaca yang belum tersedia di perpustakaan kelilingnya.

Upaya fauzi dalam meningkatkan minat baca warga Sidoarjo telah berlangsung selama tiga tahun. Lewat beragam cara, Fauzi mendirikan perpustakaan taman baca masyarakat, hingga memasukkan koleksi bukunya ke warung kopi.


April 25, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin