Inilah Alasan Mengapa Orang Finlandia Begitu Gemar Membaca!



image via: fenelonfalls.info

Jhon W. Miller, Presiden Central Connecticut State University, New Britain, merilis hasil riset daftar kualitas literasi di 200 negara (The World’s Most Literate Nations). Hasil dari penelitiannya menempatkan Finlandia sebagai negara dengan literasi terbaik, mengungguli AS di peringkat 7, dan Inggris yang berada di urutan ke-17.

Lalu, di mana posisi Indonesia?

Dalam riset ini, Indonesia berada di urutan ke-60, satu peringkat di atas Bostwana. Negeri kita harus banyak membenahi diri untuk bisa beranjak naik ke posisi lebih baik.

Baca Juga: Angka Minat Baca di Indonesia 

Dari Finlandia, Indonesia bisa belajar banyak bagaimana cara negeri berjuluk seribu danau itu mampu mengentaskan buta huruf, menggairahkan minat baca dan menjadi salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Inilah alasan mengapa Finlandia bisa memiliki kualitas literasi terbaik di dunia.

 

 

Keluarga menjadi gerbang awal pendidikan

Image via: literacycoalitionmadisoncountyny.org

Setiap ada bayi yang baru lahir, sudah tradisi bila semua kerabat orangtua akan memasukkan buku ke dalam daftar maternity package.

Masyarakat Finlandia menyadari betul bahwa apa yang diperlukan bayi tak hanya pakaian, selimut hangat dan mainan, tapi juga perlu kasih sayang dan buku sebagai ‘nutrisi’ bagi perkembangan otak dan perilakunya kelak.

Setiap ibu akan menggunakan buku-buku itu untuk meningkatkan wawasan bagi dirinya, serta untuk membacakan beragam cerita yang baik kepada buah hatinya. Terlebih, status sosial ibu sebagai teladan pendidikan dipandang amat penting di negeri berjuluk seribu danau itu.

 

Budaya baca selalu didorong turun-temurun

Sebanyak 77% dari populasi penduduk Finlandia, setidaknya membeli satu buku dalam setahun. Lalu, 75% orangtua selalu membeli buku untuk dibacakan kepada anak-anak mereka. “Itu adalah sebuah praktek yang terbukti ampuh dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini,” kata Sakari Laiho, Direktur Asosiasi Penerbit Finlandia.

“Membaca adalah kekuatan super bangsa kami yang telah terintegrasi sejak nenek moyang,” jelas Dr. Iris Schwanck, Director of FILI (Finnish Literature Exchange). Ia menjelaskan, kultur bercerita penting untuk membentuk karakter anak serta mempererat jalinan kasih sayang antara anak dengan orangtua dan keluarga.

Lewat tradisi bercerita ini, minat baca terpupuk sejak dini. Dongeng sebelum tidur akan selalu hidup di negeri ini. Tradisi inilah yang membuat minat baca dalam keluarga menjadi berkembang.

 

Penulis telah memainkan peran yang kuat dalam sejarah Finlandia

Image via: theodysseyonline.com

“Finlandia memiliki tradisi sastra yang hebat, penulis telah memainkan peran yang kuat dalam sejarah kami,” tambah Sakari Laiho. Ia juga menyatakan bahwa kebanyakan pembaca lebih tertarik membaca karya penulis dalam negeri.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini memberikan ganjaran yang bermanfaat. ‘Lahir’ penulis yang kompeten dan kolaboratif, konten yang bersih dan membangun,  serta terciptanya pikiran yang jernih dan positif dari setiap generasi.

Di Finlandia, sangat mudah bagi orang-orang untuk memilih buku dalam negeri sebagai hadiah penuh kesan di hari raya.

 

Perpustakaan mudah ditemukan

Image via: ollilaasanen.wordpress.com

Penduduk Finlandia sangat bangga dengan banyaknya perpustakaan yang mereka miliki. Tahun 2014, mereka punya 838 perpustakaan, lengkap dengan bus yang terintegrasi untuk antar-jemput dari dan menuju perpustakaan, perpustakaan keliling dan perpustakaan yang menyatu dengan mall. Setiap tahun, jumlah buku yang dipinjam selalu tinggi.

Asyiknya, petugas di setiap perpustakaan selalu bersemangat untuk merekomendasikan dan mempromosikan bacaan yang tepat untuk para pengunjung. Pengunjung pun bisa konsultasi dengan petugas yang semangat juga ramah dan informatif.

 

Sistem pendidikan tidak berorientasi pada nilai

Image via: safarikidslearningcenter.com

Sistem pendidikan di Finlandia lebih menekankan pembelajaran dengan metode bermain, berimajinasi, dan self-discovery. Mereka lebih menekankan kolaborasi daripada kompetisi.

Salah satu perbedaan utamanya, di sana tak ada sistem ujian nasional untuk anak-anak dan guru. Dengan begitu, guru punya kebebasan untuk membuat materi pendidikan, dan anak-anak juga dapat dididik tanpa stigma. Tidak ada yang seragam sekolah dan pekerjaan rumah, bahkan untuk yang berusia 16 tahun.

 

Program tv asing tak pernah menggunakan dubber, hanya terjemahan

Image via: wikybrew.com

Finlandia tidak melakukan alih suara (dubbing) terhadap semua tayangan program acara tv asing. Mereka lebih memilih mencantumkan teks terjemahan.

Mengapa? Karena dengan melihat adegan sambil membaca terjemahan, maka anak-anak akan terlatih dan mampu mengembangkan rutinitas membaca cepat.

 

sumber: thesun.co.ukpublishingperspectives.com 

 

 


May 17, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin