Cara Mengurus Perizinan PIRT



FOOD LICENCE

Image via: Shutterstock

Kenyamanan dan kepuasan konsumen terhadap suatu produk dianggap menjadi acuan penting bagi berkualitasnya suatu produk.

Untuk itu beberapa badan resmi milik pemerintah di Indonesia menyiapkan standarisasi bagi kelayakan suatu produk bagi konsumennya. Hal tersebut bertujuan agar memberikan kepercayaan dan rasa aman bagi konsumen.

Salah satu unsur perizinan penting bagi suatu produk industri berskala kecil seperti rumah tangga adalah perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Izin PIRT yang berupa nomor merupakan identitas produk makanan dan minuman yang memiliki daya tahan atau keawetan di atas tujuh hari dengan masa berlaku selama lima tahun.

Sedangkan bagi  produk makanan dan minuman yang memiliki daya tahan kurang dari tujuh hari akan masuk ke dalam golongan Layak Sehat Jasa Boga dengan nomor PIRT yang berlaku selama tiga tahun.

Perizinan PIRT dapat diakses langsung melalui Dinas Kesehatan di masing-masing kota dengan melengkapi beberapa persyaratan, diantaranya:

  1. Fotokopi KTP
  2. Pas foto 3 x 4 sebanyak dua lembar
  3. Surat Keterangan Domisili Usaha ( Dapat diperoleh dari kantor kecamatan)
  4. Surat keterangan dari Puskesmas atau Dokter
  5. Denah lokasi dan denah bangunan

> Baca Juga: Cara Mengurus Izin BPOM

Prosedur selanjutnya adalah mengisi formulir pendaftaran, kemudian pihak dari Dinas Kesehatan akan melakukan survey lokasi produksi dari produk. Setelah melewati seluruh tahapan dengan lancar, maka surat PIRT akan dikeluarkan dalam waktu kurang lebih selama dua minggu.

Selain itu, penyuluhan dan edukasi mengenai cara pengawetan makanan dan informasi lainnya juga akan didapatkan oleh pelaku usaha agar kualitas produknya lebih baik. Jadi, Dinas Kesehatan juga akan mengeluarkan dua sertifikat, yaitu serifikat PIRT dan sertifikat penyuluhan.

Beberapa sebab penahanan izin PIRT akibat produk yang tidak sesuai dengan ketentuan dinas adalah:

  1. Susu dan hasil olahannya
  2. Daging, ikan, unggas dan hasil olahannya yang memerlukan proses penyimpanan dan atau penyimpanan beku
  3. Makanan kaleng
  4. Makanan bayi
  5. Minuman beralkohol
  6. Air Minum dalam Kemasan (AMDK)
  7. Makanan atau minuman yang wajib memenuhi persyaratan SNI
  8. Makanan atau minuman yang ditetapkan oleh Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM)

Semoga informasi ini bermanfaat.

> Baca Juga: UMKM Tidak Perlu Izin, Cukup dengan Mendaftar


March 4, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin