Brodo: Sepatu Keren Buatan Lokal, Kualitas Internasional



brodo

image via: dailysocial.id

Bisnis sepatu ini dilakoni oleh dua pemuda tangguh dan kreatif, yaitu Muhammad Yukka Harlanda dan Putra Dwi Karunia yang merupakan alumnus di Institut Teknologi Bandung. Bermodalkan uang sebanyak tujuh juta dari hasil patungan, di tahun 2010 mereka membulatkan tekad untuk membuat bisnis sepatu dengan nama merek ‘Brodo’

Keberanian menjadi pengusaha sepatu dimulainya dari kesulitan Yukka menemukan ukuran sepatu yang sesuai dengannya, yaitu ukuran 46. Langkanya ukuran tersebut membuat Yukka berinisiatif mencari alternatif lain daripada harus membeli sepatu seukuran dengan harga yang mahal. Lalu, terciptalah desain awal sepatu Brodo.

Sebagai langkah awal, mereka memasarkan sekitar 30 pasang sepatu, dengan memilih Cibaduyut sebagai vendornya.  Penjualannya pun masih dalam lingkup keluarga dan teman, dengan sedikit maksa kerabat untuk membeli meskipun harus berhutang.

Menurut mereka, Brodo adalah sepatu berkualitas dengan harga masuk akal. Karena kualitas dan tampilan kerennya, produknya jadi banyak dibicarakan kawula muda di sosial media. Peningkatan produksinya juga ikut naik secara seignifikan, yaitu sebanyak 4.500 pasang per bulan. Brodo mendapat respon positif dari masyarakat.

brodo

image via: indonesiayoungentrepreneurs.com

Dan dengan mangacu pada prinsip ‘great design dan great service’, Yuka CS yakin Brodo akan tangguh menghadapi persaingan bisnis persepatuan dalam negeri.

Kini brand yang memiliki arti kaldu ayam dari bahasa Italia ini semakin sukses. Mereka makin piawai melebarkan sayap promosinya di dunia digital.

Facebook dinilai menjadi media sosial yang efektif meningkatkan popularitas Brodo. Amunisi promosi lain seperti e-mail, Google Ads, Google Display Network, Twitter, Instagram, Path hingga Youtube terus mereka garap demi memperkuat nama Brodo.

Sebelumnya, Brodo sempat meramaikan distro Jakarta dan Bandung seperti Goods Dept dan Bright Spot Market di tahun 2011. Setahun berikutnya, akhirnya Brodo mendirikan toko fisik yang hingga kini berada di Jl. Kemang SelatanVIII/64B.

Brodo

image via: facebook.com/brodoindonesia

Tahun 2013, Brodo merambah ke dunia e-commerce lewat situs www.bro.do. Hal tersebut dinilai memberikan customer experience, karena calom pembeli bisa mengetahui lebih jelas produk Brodo.

Untuk konsep toko fisik di Kemang, Yukka sebagai Presdir PT Harlanda Putra, pemegang merek Brodo, mengusung konsep konwledge sharing.  Tidak ada price tag (harga tertera) agar ada komunikasi antara pelanggan dan penjaga toko. Jadi, Info yang diberikan bukan hanya harga tetapi juga material dan teknik pengerjaan sepatunya.

Untuk itu, Customer Service (CS) harus memiliki kemampuan komunikasi verbal yang baik. Bukan hanya memberi info seputar sepatu, tetapi juga mempu menjadikan pelanggan layaknya teman baik.

Dan kalau bicara soal kualitas, setiap pasang sepatu Brodo dipastikan akan selalu seirama dengan jargonnya, yaitu awesome design, awesome customer service, awesome company culture.

brodo sepatu lokal #karyaanakbangsa


February 26, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin