Beragam Menu Khas Nusantara Yang Selalu Diburu Untuk Santapan Berbuka Puasa



Kuliner Punya Indonesia Khas Di Bulan Ramadhan

Selain memperbanyak ibadah, menjalani suka cita bulan Ramadan juga dapat diwujudkan masyarakat Indonesia lewat beberapa cara. Salah satunya bisa dengan memburu beragam menu buka puasa khas Nusantara yang selalu menggugah selera.

Alasan kuliner khas bulan Ramadan ini begitu disukai tak lain karena rasanya yang unik dan kesan khas-nya tersendiri.

Penasaran bagaimana rasa dan rupanya? Berikut beragam kuliner khas bulan Ramadan yang harus kamu coba 🙂

1. Sate Susu

Yup, sesuai namanya, makanan khas daerah Bali ini cukup unik karena terbuat dari bagian kulit susu sapi. Proses pembuatannya yang menyerupai sate lainnya ini juga memiliki ciri khas pada dua jenis bumbu, yaitu bumbu khas Bali atau bumbu kuning layaknya Sate Padang.

Meskipun berasal dari Pulau Dewata, sate susu kini juga sudah akrab ditemui di beberapa daerah di Pulau Jawa.

2. Ketan Bintul

Ketan Bintul menjadi sajian kuliner yang digemari oleh masyarakat warga Serang, Banten. Biasanya, ketan tersebut memang hadir bersamaan dengan datangnya bulan Ramadhan.

Diperkirakan sudah ada sejak abad ke -15, Ketan Bintul dulunya dipercaya sebagai makanan yang digemari oleh para Sultan. Sehingga di masa kini, warga Serang terus melanggengkan budaya makan Ketan Bintul karena ingin menghargai tradisi para Sultan.

Untuk bahan dasar biasanya menggunakan beras ketan, santan dan garam yang dikukus. Kemudian saat matang disajikan dalam bentuk persegi yang beralaskan daun pisang.

Yang membuat rasa Ketan Bintul berbeda terletak pada paduan bubuk serundeng dari bahan parutan kelapa dan bumbu dapur lainnya yang disangrai. Jadilah perpaduan tersebut menghasilkan rasa ketan bintul yang gurih, manis, dan pedas.

3. Jongkong

Kuliner Punya Indonesia Khas Di Bulan Ramadhan

image via: wikiresep.com

Warga Medan punya tradisi berbuka dengan menu manis bernama Jongkong.

Proses pembuatannya masih sangat tradisional. Berbahan dasar dari tepung beras yang tercampur air, bahan tersebut bersatu untuk dimasak dengan cara diaduk hingga kental. Pemberian warna hijau pun masih dilakukan secara alami dengan menambahkan daun pandan.

Saat matang, jongkong akan didiamkan agar mengental, kemudian dituang ke dalam wadah dari daun pisang dengan tambahan santan, parutan kelapa muda, gula merah, dan gula pasir.

Pada proses akhir, jongkong yang sudah tercampur berbagai bahan tadi kemudian dikukus sampai matang dan siap untuk disajikan.

Jongkong menjadi penganan yang digemari karena rasanya yang manis dan cocok untuk kesehatan pencernaan selama Bulan Ramadhan karena mudah dicerna dan bertekstur lembut.

Nah, jika kamu berkesempatan mampir di daerah Medan dan menyantap jongkong, usahakan untuk segera mengonsumsinya setelah membeli karena daya tahannya tidak lama alias cepat basi.

4. Bubur Kampiun

Jika ingin menikmati sensasi beragam jenis bahan makanan dalam satu sajian, Bubur Kampiun asal Sumatera Barat ini cocok banget tuk dijadikan menjadi menu buka puasa pilihan.

Sajian kuliner yang memiliki nama asli Bubua Kampiun ini merupakan paduan bubur sumsum, kolak ubi, pisang, candil, ketan, dan bubur delima yang disatukan dalam siraman santan dan gula merah cair.

Bubur Kampiun ternyata memiliki nilai historis tentang nasionalismenya lho. Ceritanya berawal dari tahun 1960’an tokoh adat berinisiatif mengadakan beberapa perlombaan layang-layang, sepakbola, membuat pecal, hingga membuat bubur.

Lomba tersebut diadakan sebagai terapi kepada warga yang telah terlibat perang PRRI (Pemerintahan Revolusioner Indonesia) pada 1958 – 1961.

Dan lucunya, seseorang nenek yang menjadi peserta lomba membuat bubur bernama Amai Zona hampir terlambat menghadiri acara tersebut. Di waktu tersisa yang mendesak itu, Amai akhirnya membuat bubur hanya dengan mencampurkan sisa bahan buburnya yang tak terjual sejak pagi.

Tak diduga, campuran unik milik Amai membawanya memenangkan lomba membuat bubur. Nah, nama Bubua Kampiun muncul secara spontan dari mulut Amai ketika ditanyakan mengenai nama resepnya.

5. Pisang Ijo

Kira-kira, apa yang terlintas di pikiranmu tentang bahan dasar menu pisang ijo ini? Yup, ternyata menu yang berasal daerah Makasar ini tidak menggunakan bahan dasar pisang berwarna hijau melainkan pisang raja atau kepok.

Kata ‘Ijo’ berasal dari lapisan pembungkus pisang berupa lembaran dadar yang tebuat dari adonan terigu yang diberi pewarna alami daun pandan atau suji.

Proses pembuatannya mulai dari pisang jenis raja atau kepok diiris tipis dibungkus dadar hijau, kemudian tambahkan bubur sum-sum, es serut, kuah santan, dan sirup coco pandan atau fambozen.

Kesegaran pisang ijo cocok sekali menjadi pelepas dahaga setelah kamu seharian penuh berpuasa.

6. Kue Bingka

Santapan berikutnya datang dari Suku Banjar, daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan, namanua Kue Bingka. Kue ini cukup menarik perhatian pembeli kerena berbentuk bunga berkelopak enam.

Selain itu, kue yang kerap dijadikan sebagai menu berbuka Suku Banjar ini memiliki tekstur yang lembut dan manis.

Seiring waktu, Kue Bingka juga memiliki variasi rasa baru seperti pandan, angka, cokelat, dan keju. Kombinasi bentuk dan rasa yang unik membawa Kue Bingka juga laris sampai negeri seberang seperti Australia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Gimana, cukup menggiurkan selera? Yuk lengkapi ramadan ini dengan menu santap buka puasa khas Nusantara tercinta.

 

 


June 13, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin