Belanja Barang Baru, Donasikan Barang Lama Melalui Rag Bag


daur ulang produk fashion bisa jadi campaign kreatif yang dipuji masyarakat


rag bag

Image via: Adweek.com

Dunia menuntut kebijaksanaan agar jutaan ton ‘sampah’ produk fashion tidak bertambah lagi.

Fashion, gairah industri bernilai multi milyaran rupiah yang tak pernah meredup. Pecinta mode selalu antusias dalam menyambut tren yang datang silih berganti. Tiap waktu para perancang busana pun  ‘berlomba-lomba’ agar karya kreatifnya sukses meraih pertumbuhan bisnis hingga menembus pasar global.

Semakin banyak produk terbeli, semakin tumbuh angka produksi, dan semakin berkembang pula satu titik persoalan.

Tapi tunggu dulu, persoalan itu tidak ditudingkan untuk pihak tertentu.

Persoalan bukan berasal dari kreativitas para pebisnis atau konsumen yang membeli produk, tapi lebih mengenai apa yang terjadi dengan berbagai produk fashion yang telah terbeli namun sudah tak lagi kita gunakan.

Dunia menuntut kebijaksanaan agar jutaan ton ‘sampah’ produk fashion tidak bertambah lagi serta dapat ditanggulangi dengan cara yang tepat dan berkelanjutan.

Sebuah merk fashion asal Swedia, Uniforms for the Dedicated, sudah mempunyai pilihan untuk mengatasi masalah tersebut. Ide solutif itulah yang diwujudkan dalam sebah brand Rag Bag, sebuah kantong plastik atau tas belanja biodegradable (punya unsur organik yang dapat terurai).

Secara khusus tas belanja ini diciptakan untuk berbagi segala jenis pakaian kepada berbagai organisasi amal. Caranya, begitu seorang konsumen membeli produk baru, ia bisa menggunakan tas belanja ini untuk mengemas pakaian lama atau tak terpakai miliknya ke dalam tas itu, lalu mengirimnya ke sebuah organisasi amal pilihan mereka.

Dalam program percontohan, seribu tas telah diproduksi dan konsumen bisa memesannya secara gratis. Rag Bag punya dua sisi, ketika membalik bagian dalamnya, tas ini menjadi sebuah post card yang dilengkapi label dan alamat organisasi amal yang bebas dipilih beserta ongkos kirim yang tepat.

Jadi, konsumen sama sekali tak dibebani dengan biaya pengiriman, hanya perlu memasukkannya ke dalam kotak pos, lalu tinggal menyerahkan segala urusan ini kepada jasa pengiriman. “Buy something new, donate something old,” adalah tagline untuk aktivitas ini.

Rag Bag ditujukan untuk merangkul konsumerisme serta menciptakan kerangka realistis untuk ‘menyentuh’ setiap orang agar bisa bersuka ria dalam kegiatan amal, dan menjadikan hal itu menjadi pengalaman yang berharga.

“Kami berharap aktivitas ini akan semakin meluas dari waktu ke waktu, bahkan lebih bagus lagi apabila hal ini dijadikan sebagai standar ritel,” ungkap David Sandstrom, CEO DBD Stockholm.

Video kampanye penggunaan Rag Bag ini berhasil meraih liputan media yang signifikan di tahun lalu. Bersamaan dengan itu, ide ini juga meraih kemenangan pada ajang Epica Awards dan mendapatkan 3 nominasi di Cannes Lions.

Informasi selengkapnya, dapat Anda simak dalam video ini:


February 1, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin