Belajar Arti Semangat, Kesabaran dan Ketekunan dari Mereka Yang Sukses Meraih Impian Setelah Menjalani Gejolak Kehidupan Yang Kelam



Bagi kamu yang sedang merintis usaha atau berjuang meraih impian, tetaplah optimis. Meratapi kekurangan diri terlalu lama hanya akan meredam kekuatan yang kamu punya.

Percayalah, kesuksesan akan datang bagi siapapun yang teguh memperjuangkannya sepenuh hati. Hingga akhirnya, akan tiba ‘letupan’ keajaiban yang tak kamu duga-duga kapan datangnya.

Lima orang di bawah ini telah meraih apa yang mereka inginkan dalam hidup. Dari mereka kamu bisa belajar menata kekuatan diri menghadapi situasi paling sulit menuju kesuksesan sejati.

J.K Rowling. Penulis novel terlaris sepanjang sejarah yang hidupnya pernah dalam kondisi serba kekurangan. Kisah hidupnya mengajarkan makna perjuangan!

J.K.-Rowling

JK Rowling akhirnya mendapat keajaiban saat dirinya hampir putus asa – image: itsmeahbeng.blogspot.com

Usai lulus dari Universitas Exeter, Rowling mengajar bahasa Inggris di Portugal dan menikah dengan wartawan setempat. Dari pernikahannya, dia dikaruniai anak bernama Jesica. Tapi sungguh sayang, pernikahannya berakhir dengan perceraian. Sejak itulah Rowling harus kembali ke Edinburgh dan mengasuh anaknya sendirian dalam kondisi serba kekurangan. Di masa sulit itu, dia hanya menjadi pekerja serabutan sebagai penulis lepas.

Sebagai penulis, fasilitas yang dia miliki tidak memadai. Dia tak punya komputer, juga tak punya uang untuk membeli kertas dan tinta. Tapi dalam posisi terjepit itu, Rowling punya ide cerita fiksi brilian, yang muncul selagi dalam perjalanan menaiki kereta api dari Manchester ke London.

Setelah menuangkan fantasi liarnya lewat mesin tik tua miliknya, mental ‘tahan banting’ Rowling terus diuji. Sebanyak  12 penerbit menolak naskahnya. Buah manis baru ia rasakan setelah naskah buatannya diterima penerbit yang ke-13. Akhirnya, semangat, kesabaran dan ketekunannya selama itu terbayarkan. Novel pertamanya, Harry Potter and the Philosopher’s Stone, dirilis pada 30 Juni 1997. Seri ini telah mendapatkan popularitas besar, berbagai pujian kritis dan kesuksesan komersial terlaris di seluruh dunia.

 

Jack Ma. Dari guru miskin yang mengalami penolakan kerja berkali-kali, kini jadi miliarder. Keteguhan hati dan kerja kerasnya jadi panutan bagi para pejuang impian masa kini.

Ambisi adalah acara menjalani hidup secara ideal, gol yang harus diwujudkan – image: christopherlewer.com

Pria berwajah culun ini sering diejek teman-temannya karena ukuran tubuhnya nggak proporsional, tidak pernah unggul dalam pelajaran matematika, dua kali gagal masuk ke perguruan tinggi di China, berkali-kali nggak diterima kerja (salah satunya oleh KFC).

Ma belajar Bahasa Inggris sendiri. Selama delapan tahun, dia sengaja gowes sepeda selama 40 menit setiap hari ke sebuah hotel di dekat distrik West Lake Hangzhou agar bisa bertemu turis asing. Di situ dIa menawarkan diri menjadi pemandu turis, gratis, hanya untuk berlatih Bahasa Inggris.

Tahun 1995, Ma pergi ke Seattle, Amerika Serikat (AS) untuk bekerja sebagai penerjemah. Hingga akhirnya dia mendirikan Alibaba.com yang berawal dari sulitnya mencari terjemahan bahasa Inggris ke bahasa Cina. Kesulitan itulah yang memperkenalkannya ke internet dan memberinya jalan untuk mendirikan bisnis retail.

Siapa yang mengira taipan Tiongkok Jack Ma memiliki masa lalu yang sangat berbeda sebelum menjelma jadi pendiri Alibaba.com yang menjadikannya orang terkaya kedua di Asia. Semua itu tentu diraihnya dengan kerja keras dan mental pantang menyerah dari segudang kegagalan yang mendera tubuh dan jiwanya.

 

Andrea Bocelli. Penyanyi pop tenor tunanetra berkebangsaan Italia, lahir dengan kondisi penglihatan yang buruk. Darinya kita belajar bahwa selalu ada harapan di balik kegelapan pandangan dan beragam kesulitan hidup.

Suaranya mengalun indah bersama semangatnya yang tiada padam- image: glas-slavonije.hr

Sejak lahir dia sudah mengalami kondisi penglihatan yang buruk, hingga akhirnya mengalami kebutaan total akibat kecelakaan saat main sepak bola di usia 12 tahun. Tetapi kebutaan tidak menghalangi Bocelli untuk untuk meraih gelar doktor ilmu hukum di University of Pisa. Dia bahkan begitu semangat menjalani hidupnya, siang bekerja sebagai pengacara dan malam hari menyanyi di bar dan tekun berlatih dengan gurunya, Luciano Bettarini.

Sukses Bocelli tidak lepas dari peran Luciano Pavarotti dan Jose Carreras, yang selalu mendorong kiprahnya di dunia musik klasik. Tahun 1992, seorang musisi rock Italia, Zucchero membuat demo tape lagu Miserere dengan suara Bocelli dan mengirimkannya kepada Pavarotti, tetapi justru Pavarotti menyarankan Zucchero untuk berkolaborasi saja dengan Bocelli. Lalu, kolaborasi pun akhirnya dilakukan. Alhasil, nama beserta keindahan alunan suara Bocelli dikenal di dunia musik internasional.

 

Hilary Swank. Tidak langsung jadi cinderela dalam semalam, Hilary menapaki karirnya secara pelan-pelan. Hari-hari menyedihkan berbuah kegembiraan.

Dalam keadaan sulit, berusahalah menggugah semangat dan harapan dalam dirimu – image: galoremag.com

Di balik namanya yang tenar di seluruh penjuru dunia, dia menyimpan masa lalu yang cukup sulit. Saking miskinnya, Hillary Swank selalu dijauhi teman-temannya. Tak hanya itu, orang-orang di sekitarnya juga sangat diskriminatif terhadap dirinya.

Mereka akhirnya pindah ke kota Los Angeles. Bahkan awal kehidupan di sana sangat sulit karena mereka tak punya rumah. Keluarga Swank sering tidur di mobil untuk sekedar melewatkan malam. Dia sempat menikmati tidur di matras dalam rumah yang dia sewa dari temanya.

Walau hidupnya sulit, Hilary terus berupaya bertahan hidup sambil selalu memupuk semangat dan tindakan agar selalu dekat dengan harapan terjun ke industri perfilman Hollywood. Alhasil, kerja kerasnya membuahkan hasil manis, memenangkan Academy Award untuk “Boy’s Don’t Cry” dan “Million Dollar Baby”, dan telah berperan di lebih dari 50 film.

Paulo Coelho. Setelah melewati masa-masa suram, dia mampu bangkit dengan tulisan yang telah menggugah jutaan jiwa untuk hidup dengan semangat juang meraih impian.

Brazilian writer Paulo Coelho holds up a copy of his novel The Alchemist, which has sold more than 100 million copies, while attending a news conference in Aviles, northern Spain, May 29, 2008. Coelho will attend a homage and an exhibition to celebrate the 20th anniversary of the publication of the book. REUTERS/Eloy Alonso (SPAIN)

Tulisan dengan refleksi mendalam tentang kehidupan membuat karyanya disukai banyak orang – image: popculture-y.com

Orangtua Coelho tak pernah berharap agar anaknya kelak menjadi sastrawan. Mereka lebih suka jika kelak anaknya menjadi arsitek atau ahli hukum. Merasa tak ada dukungan sama sekali, Coelho pun semakin menjadi pembangkang setelah membaca buku Tropic of Cancer karangan Henry Miller.

Ayahnya melihat pembangkangannya itu sebagai sebuah gejala gangguan kejiwaan dan akhirnya memasukkan anaknya ke sebuah rumah sakit jiwa. Di sana, Coelho harus menjalani terapi yang harus menyetrumkan aliran listrik ke tubuhnya.

Keluar dari RS jiwa, Coelho sempat menjadi jurnalis namun kembali ditentang ibunya. Dirinya juga pernah bergabung dengan kaum pemberontakan terhadap rezim militer yang represif. Akibatnya, Coelho dipenjara dan  harus mengalami berbagai penyiksaan.

Umur 26 tahun dia keluar dari penjara dan bekerja di perusahaan rekaman, hanya bertahan beberapa bulan, dan diapun bertekad menjadi sastrawan, sampai sekarang dengan berbagai penghargaan. Salah satu karyanya yang paling terkenal berjudul O Alquimista (Sang Alkemis).

Satu pesan singkat dengan makna mendalam dari Coelho untuk kamu yang sedang berupaya mengejar impian: Percayalah persis seperti kata Om Coelho : Saat kamu menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta akan bersatu padu membantumu meraihnya!

Selamat berjuang, jemput impianmu, raih kesuksesanmu!

 

 


June 9, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin