Selain Untuk Bahan Bangunan dan Kerajinan, Bambu Juga Memberikan Pedoman Bagi Semua Orang Yang Ingin Meraih Kesuksesan!



filosofi bambu cina

image via: pixabay.com

Untuk menggapai kesukasesan usaha atau bisnis, setiap pelaku bisnis tentu harus melalui berbagai proses dan tahapan yang panjang dan berliku. Setiap proses juga perlu dilakoni dengan tekad, strategi dan eksekusi yang matang.

Pembelajaran mengenai hal itu, bisa kita resapi dari filosifi sederhana tentang proses berkembangnya tumbuhan bambu. Dari hal itu, bahkan seorang filsuf terkenal asal Cina bernama Lao Tse mendapatkan petuah yang berbunyi, “sekali pun bambu meliuk diterpa angin, dia mempunyai pegangan, akar yang kuat menghujam di tanah”.

Petuah tersebut memang bukan isapan jempol belaka. Faktanya, setelah benih disebar, kita tak akan melihat apa-apa di lahan yang dijadikan untuk menanam bambu. Semua pertumbuhannya hanya terjadi di dalam tanah, tempat sistem akar kompleks yang akan menembus ke atas sedang dalam proses pembangunan.

Bambu itu menghabiskan 5 tahun sebagai tunas kecil, dan menggunakan waktu tersebut untuk mengembangkan sistem akarnya. Setelah melewati momen selama itu barulah semua batang bambu mencuat dan tumbuh hingga 25 meter.

Bambu juga tidak membutuhkan pemeliharaan yang sangat intensif sehingga bisa tumbuh di mana saja. Bahkan dari segi kegunaan, hampir setiap bagian bambu berguna. Akar dan batang yang membentuk kesatuan rumpun jadi semakin kuat seiring waktu. Karena itulah filosofi bambu amat penting untuk dijadikan pedoman hidup.

Dari siklus kehidupan bambu, kita belajar bagaimana kesuksesan sebuah bisnis harus melalui proses yang panjang, untuk itu kita perlu membangun sebuah tekad dan fundamental yang matang. Sehingga, saat beragam terpaan menerjang, kita tak mudah goyah dan terus berusaha.

Semoga filosofi bambu ini semakin membuatmu semangat dalam mengejar impianmu. Keep strong! 😀

 

 


June 27, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin