Siswa Madrasah Sulap Mengkudu Jadi Baterai Alternatif



Muda dan potensial kini menjadi julukan beberapa siswa Madrasah Ibtidaiah (MI) Desa Kalisidi, Ungaran, Kabupaten Semarang. Pasalnya, di tengah permasalahan sering padamnya aliran listrik PLN di daerahnya, berbuah penemuan cemerlang.

Berbekal buah mengkudu atau pace, empat siswa kelas V dan kelas VI yang tergabung dalam tim sains MI Kalisidi menyulap buah tersebut menjadi tenaga listrik alternatif berupa baterai.

Pada proses pembuatanya, mereka melepas dan membuka cangkang baterai bekas, kemudian memotong bagian ujung kutub positifnya. Batang karbon menjadi anoda atau kutub positif baterai, sedangkan lapisan seng sebagai katoda dan menjadi kutub negatif baterai.

Mengkudu kemudian menggantikan pasta yang menjadi elektrolit dan pemisah antara katoda dan anoda.

Mengkudu terlebih dahulu diparut hingga halus, hasil parutan dimasukkan ke dalam tabung baterai bekas. Kemudian, baterai mengkudu ditutup kembali dengan cangkang baterai, rekatkan dengan isolasi.

Hasilnya, percobaan pada sebuah jam dinding menunjukkan baterai mengkudu memiliki daya tahan selama kurang lebih empat jam.

Kesuksesan mereka sebagai penemu cilik ternyata juga tidak lepas dari bimbingan para guru dan serangkaian percobaan dengan beragam buah lokal. Ternyata, buah mengkudulah yang mempunyai kandungan elektrolit paling tinggi.

Terpilihnya buah mengkudu juga tidak lepas dari tumbuh suburnya tumbuhan ini yang tidak jauh dari wilayah mereka berdomisili, yaitu lereng utara Gunung Ungaran.

Ketimbang menjadikan mainan layaknya anak-anak pada umumnya, buah mengkudu yang melimpah ini mereka kreasikan menjadi sesuatu yang berkualitas.

Meskipun begitu para siswa kreatif ini tidak cepat puas begitu saja. Tekad mereka berikutnya adalah menyempurnakan baterai mengkudu agar bertahan lebih lama lagi.


April 25, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin