Bagaimana Membuat Karyawan Penting Anda Loyal?



loyalitas karyawan

Image via: Personneltoday.com

Dr. David G. Javitch adalah seorang psikolog organisasi, spesialis kepemimpinan, dan Presiden Javitch Associates di Newton, AS. Javitch merupakan salah satu konsultan paling diminati karena keahliannya dalam aspek penilaian serta pembinaan dan pelatihan. Dia juga menulis buku untuk para wirausaha, judulnya How to Achieve Power in Your Life.

Menurut Javich, Dalam dunia bisnis saat ini, loyalityas merupakan konsep yang sangat kuat. Satu dekade lalu, sebagian besar karyawan berusia muda bisa tinggal lebih lama di sebuah perusahaan dalam beberapa tahun, sedangkan yang berusia lebih tua akan tinggal lebih lama lagi.

Tapi kini jaman telah berubah, kebanyakan karyawan, terutama yang berusia 20 – 30 tahun tak lagi menganggap kesetiaan kepada atasan atau perusahaan sebagai hal yang sama pentingnya seperti dulu. Para pemimpin bisnis kini harus melakukan upaya ekstra untuk mempertahankan bakat dan loyalitas karyawan yang diasuhnya.

Apa makna loyalitas dalam sebuah aturan bisnis?

Dalam arti yang paling dasar, loyalitas merupakan hubungan – yang bersifat abstrak – antara ‘atasan’ dan ‘bawahan’. Seringkali terdapat ‘kontrak yang tak tertulis’, di mana secara lisan, para atasan setuju untuk menyediakan bahan-bahan dan sumber daya yang karyawan perlukan dalam menyelesaikan tugasnya. Lalu, para karyawan pun balas menyetujuinya dan berjanji akan bekerja secara optimal demi memenuhi tujuan perusahaan.

Ketika pengusaha dengan rasa hormat berupaya mengembangkan karyawan mereka, loyalitas merupakan alasan utama bagi banyak karyawan untuk tidak meninggalkan perusahaan mereka.

Tapi, jika salah satu pihak gagal memenuhi peran mereka, maka apa yang tertera dalam kontrak kerja akan sulit dibangun. Saat kegagalan memenuhi peran semakin kacau, upaya membangun kepercayaan pun menjadi semakin sulit.

Mengapa karyawan loyal begitu penting bagi keberhasilan bisnis Anda?

Staf yang setia membantu menciptakan sejarah dan budaya stabilitas. Mereka adalah orang-orang yang telah memahami lingkup besar perusahaan, pelestari sumber daya, tahu mengambil langkah yang taktis dan memahami aturan.

> Baca Juga: Lakukan untuk Menanamkan Loyalitas pada Karyawan

Selain itu, loyalitas juga mengurangi beban biaya dan waktu akibat turnover karyawan. Di mana bila hal itu terjadi,  perusahaan butuh waktu mengiklankan kebutuhan karyawan baru, sesi wawancara, menyaring dan melatih serta menunggu hingga mereka memiliki apa yang dibutuhkan perusahaan, yaitu daya kerja optimal dan produktif.

Bagaimana mengembangkan loyalitas karyawan Anda?

“Semua ini kembali kepada Anda, bagaimana Anda berperilaku dan memperlakukan karyawan Anda,” jelas Stephen Robbins, penulis buku Organizational Behavior. Loyalitas kemungkinan besar dihasilkan dari kondisi interaksi Anda dengan karyawan. Bila kualitasnya baik maka mereka akan senang serta menghormati Anda.

Untuk membuat karyawan penting Anda Loyal, buktikan bahwa Anda memiliki apa yang diperlukan karyawan untuk menyelesaikan tugasnya. Untuk itu, Anda pun harus kompeten, menunjukkan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang tinggi, serta melakukan fungsi operasional dan kepemimpinan dengan baik.

Jika masalah muncul akibat Anda tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan untuk mengembangkan solusi, maka Anda harus jujur dan mencari masukkan orang lain agar masalah dapat diatasi. Menyalahkan karyawan secara intens atas ketidakpahaman Anda sendiri pasti akan membuat mereka pergi. Rasa hormat akan menurun diikuti lenyapnya loyalitas.

Karyawan yang loyal yakin bahwa bos mereka berkata jujur dalam setiap interaksi, serta dapat diandalkan dan mampu memberikan dukungan moral saat situasi sulit datang. Sebaliknya, Anda pun konsisten memercayai mereka dalam hal yang sama.

Saat karyawan memiliki kesalahan penilaian atau tindakan, maka bos yang kompeten akan memperbaiki perilaku ‘bandel’ karyawannya tidak dengan cara merendahkan. Rasa hormat dan kesetiaan juga bergantung pada cara Anda dan karyawan menemukan solusi efektif atas situasi sulit dan emosional.

Ide, informasi dan efektifitas dalam mengeksekusi adalah kunci kesuksesan perusahaan. Keterbukaan terhadap ide dan keterlibatan Anda bersama seluruh staf dalam memenuhi tujuan perusahaan akan menumbuhkan kesetiaan mereka.

“Kembangkan terus kompetensi Anda terhadap bisnis yang Anda jalani, lalu tularkan kepada para staf Anda.” Kompetensi berkaitan dengan banyak hal, antara lain: wawasan, pengalaman, tindakan dan perilaku.

Selamat menabur benih loyalitas kepada karyawan Anda.

> Baca Juga: 7 Langkah Meredakan Konflik dan Ketegangan Kerja


April 1, 2016 @ 3:08 PM

WRITTEN BY admin